Tampilkan postingan dengan label Berpikir Mendalam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berpikir Mendalam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Januari 2008

Apakah Kita Akan Punah ?

Pasti ! Di hari dimana Allah telah memutuskan untuk menghancurkan Bumi. Tapi apakah kita dan generasi-generasi berikutnya akan punah karena kebodohan generasi kita ? Apakah kiamat akan terjadi lebih cepat atau generasi selanjutnya akan hidup dengan kepanasan menunggu kiamat ?

Benar-benar parah bila hal itu terjadi. Kawanan karbon dioksida akan menghancurkan Bumi serta makhluk yang ada di dalamnya. Bumi akan semakin panas dan panas sampai suhu 900 Farenheit, suhu yang sama yang dialami oleh planet Venus. Pemandangan akan seperti planet-planet lain minimal seperti planet Mars. Apakah benar kita akan membunuh generasi kita ?

Kita telah menanamkan modal yang sangat minus bagi Bumi dan generasi manusia nanti akan mengalami hal yang buruk karena generasi kita. Apakah kita siap dikatakan sebagai generasi yang terburuk ? Anak cucu kita akan mengatakan kita telah mengakibatkan semua ini !

Kita akan punah. Bersiaplah untuk menghadapinya ! Katakan pada anak cucu kita agar bertabah untuk menghadapi masa depan yang telah dirusak oleh diri kita.

Read More...

Ketika Pohon Terakhir Tertebang


Kita sudah punya contoh Pulau Paskah. Pulau Paskah sangat lah kecil. Dari puncaknya kamu dapat melihat seluruh pulau. Orang yang akan menebang pohon terakhir di Pulau Paskah mestinya tahu pohon sudah habis. Namun ia masih melakukannya.

Bagaimana dengan pohon terakhir di Bumi ? Masih untung hutan di Pulau Paskah cuma sedemikian kecil persen bahkan mendekati 0% pada masa itu, pasokan hutan untuk memproduksi gas oksigen masih ditanggung oleh hutan bagian lain. Tapi jika Pohon terakhir di Bumi ditebang, maka tiadalah harapan untuk kehidupan manusia. Penghasil oksigen telah tiada, tinggallah kita bertahan dengan gas-gas karbon dioksida dan semacamnya. Bahkan sebelum tinggal 1 pohon semua manusia telah punah !

Segala gila kekuasaan dan ketamakan yang dilakukan oleh masyarakat Pulau Paskah akankah terulang kembali di masa umat manusia yang telah terguncang oleh kebutuhan saat ini ? Kebutuhan yang tiada hentinya tanpa kendali. Nafsu yang telah menggoncangkan iman dan kepedulian terhadap lingkungan tempat tinggalnya.

Apapun jenis manusia, ras apapun dan bagian manapun membutuhkan lingkungan yang hijau. Kita membutuhkan pohon dan tanaman lainnya untuk hidup dan melanjutkan sampai generasi tak terhingga.

Kita semua adalah bagian dari biosfer di pulau kehidupan yang luar biasa ini. Setiap individu yang “berpikir global dan bertindak lokal” seperti heterotrof yang bertanggung jawab adalah bagian dari gerakan menuju kesinambungan. Bila kamu tidak suka lingkungan ini, silahkan mencari lingkunganmu sendiri di planet lain, bahkan galaksi lain.

Read More...

Berjalan dengan Kompas

Dalam blog ini akan dibahas berbagai keadaan dunia yang bertema Global Warming. Sebenarnya penulisan ini didasarkan atas lomba yang diadakan oleh WWF dan Digital Studio, tapi saya sebagai manusia yang diciptakan dari zat-zat bumi, yakni dari tanah dan terdiri lebih dari 60% air sadar akan bahaya dari Global Warming. Maka semua isi dalam blog ini “Untukmu Bumi”.

Kita seharusnya mempunyai arahan yang benar dalam menciptakan kemajuan. Dibutuhkan suatu kompas dalam hal ini. Tahu sendiri kan gunanya kompas! Begitu juga jika kita di tengah hutan dengan membawa segudang emas. Emas tersebut tak akan pernah menunjukkan arah. Emas itu takkan berharga. “Ga’ ngefek”.

Bagaimanapun suatu tingkah laku yang akan dilakukan oleh manusia harus mempunyai kendali. Entah untuk manusia sendiri ato Bumi. Entah itu untuk menyelamatkan Bumi ato hanya sekedar untuk melindungi semut. Itu perlu diperhatikan! Ketika manusia serakah, manusia tidak bisa melihat dengan jelas arah yang benar. Langsung nyelonong wae, ga mikir kanan kiri atas bawah. Yang penting maju. Baik maju-majuan maupun maju dengan arah. Pengendalian inilah yang akan menyelamatkan, baik untuk menyelamatkan manusia, Bumi maupun semut.

Tapi jika kendali tersebut tidak dimengerti oleh manusia (alias ga sadar-sadar atas lingkungane) otomatis orang tersebut akan melanggar juga, jadi percumalah! Lebih baik hancurkan bumi langsung aja!

Semua yang dilakukan manusia pasti berakibat pada bumi baik itu akibat yang plus maupun yang minus.

Manusia diciptakan untuk bertakwa kepada Allah SWT dan sebagai Khalifah di Bumi. Allah telah mempercayakan bumi ini untuk dipimpin oleh manusia. Karena itu, gimana caranya agar manusia bener-bener mikir agar mengakibatkan nilai plus terhadap Bumi dan meminimkan nilai yang minus. Oleh karena itu belajarlah demi arah yang benar dan ciptakanlah teknologi yang ramah lingkungan. Bumi tergantung pada tangan kita.


Read More...